Indonesia sedang fokus mengembangkan industri baterai mobil listrik. Saat ini telah ada beberapa kebijakan baru yang mengatur tentang kendaraan listrik. Kebijakan tersebut tentunya untuk menarik investor-investor untuk berinvestasi di Indonesia. Indonesia juga telah membentuk Indonesia Battery Corporation (IBC) yang dibangun oleh 4 BUMN untuk pengembangan sel baterai kendaraan listrik di Indonesia. Indonesia memiliki cadangan sumber daya nikel terbesar di dunia sebagai bahan baku industri baterai dan pengembangan mobil listrik menjadi salah satu daya tarik para produsen mobil listrik untuk berinvestasi di Indonesia. Selain itu pemberian insentif-insentif seperti PPnBM 0% untuk mobil listrik dan tax holiday juga menjadi salah satu daya tarik Indonesia kepada investor.

Sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan yang mulai melakukan investasinya untuk baterai dan kendaraan listrik di Indonesia. Beberapa pemain besar kendaraan listrik yang melakukan investasi di Indonesia tersebut seperti:

1. Tesla

Saat ini Menteri Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Tesla telah memiliki non-disclosure agreement (NDA) dengan Indonesia terkait dengan rencana investasi Tesla di Indonesia.

2. LG Energy Solution

LG Energy Solution rencananya akan mendirikan industri baterai terintegrasi dengan nilai investasi 9,8 miliar USD. Pemerintah Indonesia telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan LG Energy Solution pada Desember 2020.

3. Contemporary Amperex Technology (CATL)

Contemporary Amperex Technology (CATL) berencana membangun industri baterai dengan nilai mencapai 5,2 miliar USD di Indonesia. CATL sudah menekan kesepakatan dengan BUMN PT Aneka Tambang yang akan menjamin 60% nikel asal Indonesia akan diproses oleh CATL di Indonesia. Pabrik baterai CATL direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2024

4. Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF)

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF) akan menandatangani kontrak investasi di Indonesia.

5. Hyundai

Hyundai memiliki rencana untuk mulai memproduksi mobil listrik pada Maret 2022. Saat ini total investasi sudah mencapai 1,5 miliar USD atau setara 20 triliun rupiah. Total realisasi investasi sudah mencapai 14 triliun rupiah. Hyundai juga telah melakukan merelokasi kantor pusat untuk Asia Pasifik dari Malaysia ke Indonesia.

6. Toyota

Toyota telah menambah investasi untuk indonesia sebesar 2 miliar USD hingga 2024. Dalam 5 tahun kedepan Toyota akan menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik untuk pasar Indonesia. Selain itu Toyota juga akan memproduksi mobil hybrid secara lokal di tahun 2022.

7. Honda

Honda akan melakukan relokasi pabriknya dari India ke Indonesia. Honda juga berkomitmen untuk membangun mobil berbasis listrik di Indonesia. Investasi tambahan sebesar 5,2 triliun rupiah telah dikeluarkan honda untuk investasi hingga 2024.

Dengan adanya perusahaan-perusahaan besar yang berinvestasi kendaraan listrik dan baterai kendaraan listrik di Indonesia membuat prospek industri ini menjanjikan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kendaraan listrik di Indonesia pada tahun ini memiliki potensi mencapai 125 ribu unit untuk mobil listrik dan 1,34 juta unit untuk motor listrik.


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi