7 Progress Pembangunan Infrastruktur Yang Akan Membantu Kemajuan Ekonomi Indonesia


pembangunan infrastruktur jalan tol

Semakin berkembangnya zaman dan teknologi, Masyarakat semakin menuntut adanya transparansi atas apapun yang menjadi kebijakan pemerintah baik itu pusat, provinsi ataupun daerah. Termasuk transparansi dalam pembangunan infrastruktur yang dimana kali ini kami coba rangkum dalam satu artikel yang akan membahas 7 progress dari pembangunan Infrastruktur di daerah Jawa Barat dan Jabodetabek saat ini.

Berikut ini 7 progess pembangunan infrastruktur di daerah Jawa Barat dan Jabodetabek terupdate saat ini:
 

Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Meski terdapat kendala pandemi yang belum juga usai, namun progress dari Jalur kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai progress 60% pada Semester II ini, diantaranya telah dilakukan Instalasi box girder struktur elevated kereta cepat di Cikarang, Karawang bahkan di bandung itu sendiri pada bulan ini (September 2020) 

Kereta cepat Jakarta-Bandung yang sebelumnya diperkirakan dapat mulai beroperasi pada tahun 2021 mendatang, dinyatakan harus mundur ke tahun selanjutnya dikarenakan rencana menghubungkan juga jalur tersebut menuju Surabaya agar lebih efisien.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II 

Telah mencapai progress pembangunan sebesar 27.16% menjadi informasi paling update mengenai Jalan Tol Jakarta-Cikampek II ini. 

Jalan Tol yang direncanakan terbentang sepanjang 64 KM ini telah mencapai progress 76.99% pada fase pertama yakni jalan sepanjang Jatiasih - Setu, lalu baru mencapai progress sebesar 8.14% pada fase dua yakni jalan sepanjang Setu hingga Taman Mekar, kemudian di fase 3 yakni Taman Mekar hingga Sadang baru mencapai 1%. 

Jalan Tol Serpong - Balaraja 

Jalan tol yang rencananya sepanjang 5.15 Kilometer ini hingga saat ini telah mencapai progress sebesar 16.56%. Jalan Tol yang akan menghubungkan Serpong - Balaraja ini juga direncanakan akan menghubungkan Balaraja hingga bandara pada tahapan selanjutnya.

LRT Jabodetabek (Fase I)

LRT atau Light Rapid Transit telah mencapai progress yang cukup signifikan pada Fase pertama ini. Pada Lintas I yakni Cawang - Cibubur, telah mencapai progress 87.34%. Pada lintas 2 yaitu Cawang - Kuningan - Dukuh Atas telah mencapai progress 73.8%. Kemudian pada lintas 3 yakni Cawang - Bekasi telah mencapai progress 64.8%.

Jalur KRL Karawang

Membludaknya jumlah penumpang Kerta Api yang ingin menuju ke karawang menjadi pertimbangan akan rute Commuter Line atau KRL yang tadinya hanya sampai Cikarang, justru pada tahun lalu telah dipastikan oleh Pemerintah bahwa jalur KRL akan diperpanjang hingga Karawang.

Pada tahun ini bahkan telah mulai dibangun infrastruktur pendukung seperti jaringan listrik, Hal ini direncanakan akan rampung pada akhir tahun 2020 ini jika memang bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala.

Pelabuhan Laut Dalam Patimban

Pelabuhan Laut Dalam Patimban merupakam  pelabuhan laut yang sedang dibangun di  daerah Subang , Jawa Barat , Indonesia. Pelabuhan Terletak 70 kilometer dari Kawasan Industri Karawang dan 145 kilometer dari pusat kota Jakarta.

Pada Fase I, progress pembangunan nya telah mencapai 90%, proyek ini akan mengadalan soft launching pada November 2020 dan diperkirakan akan rampung pada tahun 2027.

Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban

Jalan Tol Patimban direncanakan akan memulai pembebasan Lahan pada tahun 2021, kemudian akan mulai dibangun pada tahun 2021. Trase Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban tersebut akan melintasi 20 Desa di 9 wilayah Kecamatan di wilayah Utara Kabupaten Subang. Tol yang rencananya akan dibangun sepanjang 37,7 kilometer ini ternyata termasuk dalam rangka mendukung proyek Strategis Nasional Pembangunan Pelabuhan Patimban, bahkan jalan tol ini juga akan terhubung juga dengan Tol Cipali.


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi