Dalam acara public expose pelabuhan Patimban yang diadakan tanggal 7 Januari 2021 lalu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan bahwasannya Pelabuhan Internasional Patimban bisa jadi faktor yang mendorong laju pertumbuhan investasi sektor industri di daerah Jawa Barat. Pembangunan proyek Patimban tersebut dianggap dapat memberikan berbagai dampak positif, termasuk salah satunya adalah untuk membuka kesempatan bagi para nelayan dan UMKM yang ingin membuka usaha. Tidak menutup kemungkinan, hal itu juga dapat membuka peluang kesempatan untuk terbukanya jutaan lapangan pekerjaan baru, khususnya di sektor kelautan.

Hal tersebut dikarenakan Pelabuhan Internasional Patimban terletak di kawasan yang sangat strategis, tepatnya di tengah-tengah kota besar, yaitu Jakarta, Cirebon, dan Bandung. Tentu saja, ke depannya pelabuhan Patimban juga bisa menjadi akses untuk pengiriman barang perusahaan kawasan industri yang berlokasi di Cikampek, Karawang, dan Purwarkarta.

Berkaitan dengan lokasinya yang dianggap premium, menurut Agus Purnomo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, pelabuhan Patimban dapat menarik banyak investor untuk menanamkan dananya di wilayah tersebut.

Pelabuhan Internasional Patimban sendiri adalah salah satu proyek strategis nasional yang memiliki area seluas 369 hektar dan lahan cadangan seluas 356 hektar. Proyek tersebut bernilai investasi sebesar Rp 43 triliun. Sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 20 Desember 2020 lalu, proyek yang terdiri dari empat tahap pembangunan ini sudah merampungkan tahap pertamanya, yang menyedot anggaran sebesar Rp 14 triliun dari APBN dan pinjaman dari JICA (Japan International Cooperation Agency).

Meski baru menyelasaikan pembangunan tahap awal, namun pelabuhan Patimban sudah memiliki fiasilitas car terminal yang sudah bisa dioperasikan, dan telah berhasil melakukan ekspor perdananya berupa produk otomotif, yaitu 140 unit kendaran yang dikirim ke negara Brunei Darussalam.

Kawasan Industri Indonesia Mulai Dilirik Investor Global

Mengulas Tentang Pelabuhan Patimban dan Keuntungannya untuk Industri

Dibukanya proyek Pelabuhan Internasional Patimban merupakan kabar gembira yang patut diapresiasi oleh para pelaku industri di Jawa Barat, khususnya Cikampek, Karawang, dan Purwakarta. Pelabuhan ini dianggap bisa memberikan banyak keuntungan bagi sektor industri, sehingga dapat membantu memaksimalkan potensi perekonomian nasional. Nah, bicara soal keuntungan, lantas apa sajakah manfaat yang didapat dengan beroperasinya pelabuhan Patimban? Berikut ulasannya.

1. Meringankan Cost Industri

Seperti yang sudah diketahui, selama ini sekitar 60% kegiatan ekspor masih melalui pelabuhan Tanjung Priok. Hal tersebut tentunya membuat biaya logistik jadi meningkat. Para pelaku industri di Jawa Barat yang dulunya bisa mengirim barang sampai tiga kali dalam sehari, kini terpaksa hanya bisa melakukannya sebanyak satu kali saja, dikarenakan biaya angkutan yang mahal. Namun dengan keberadaan pelabuhan Patimban, tentu saja hal tersebut dapat menurunkan cost industri karena munculnya persaingan positif, sehingga para pelaku industri pun bisa kembali mengirim barang sebanyak tiga kali dalam sehari.

2. Membuka Peluang Usaha

Pelabuhan Patimban sangat berpeluang untuk membuka kesempatan bagi para nelayan dan UMKM yang ingin membuka usaha. Hal tersebut juga tentu saja bisa memberikan lapangan pekerjaan baru kepada lebih dari 1,5 juta orang, terutama di sektor kelautan. Belum lagi, Subang sebagai tempat pelabuhan Patimban dibangun, bisa mendapatkan multiplier effect sekaligus, karena adanya kebutuhan akan hotel, tempat makan, dan lain sebagainya.

3. Menyalurkan Industri Otomotif Lebih Optimal

Sebagai gerbang kegiatan perdagangan, pelabuhan Patimban sedikit-banyak dapat menyalurkan kegiatan industri otomotif secara lebih optimal. Menurut Presiden Jokowi, pelabuhan tersebut akan dijadikan sebagai lalu lintas ekspor barang industri, termasuk otomotif. Sebagai pelabuhan yang mengefisiensikan biaya, hal itu dapat mendorong ekspor otomotif sehingga bisa semakin bersaing di negara-negara lain.

4. Dapat Berkolaborasi Dengan Pelabuhan Tanjung Priok

Selain dalam rangka mengefisiensikan pengiriman logistik, keberadaan pelabuhan Patimban juga dapat membuat terjalinnya kolaborasi dengan pelabuhan Tanjung Priok, mengingat selama ini sebanyak 60% sentra industri yang ada di Jawa Barat masih melewati pelabuhan tersebut. Tentunya hal itu juga dapat mengurangi beban traffic di Jakarta, karena separuh dari pelaku industri bisa mulai melakukan kegiatan ekspor melalui pelabuhan Patimban.

5. Mengurangi Kemacetan Jakarta

Tidak dapat dipungkiri, selama ini Jakarta menjadi salah satu kota yang terimbas kemacetan akibat aktivitas truk logistik dari dan menuju pelabuhan Tanjung Priok. Dengan dibangunnya pelabuhan Patimban, harapan ke depannya kemacetan di Jakarta bisa semakin terurai karena berkurangnya ritase truk logistik, sehingga lalu lintas Ibu Kota pun tidak lagi terbebani seperti sekarang ini.

Itu dia beberapa keuntungan dari proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban, yang saat ini sudah selesai merampungkan pembangunan tahap pertamanya. Jika berjalan sesuai rencana, diperkirakan pelabuhan tersebut sudah dapat beroperasi sesuai kapasitas maksimalnya pada tahun 2027 yang akan datang.


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi