Unlocking the Potential of Electric Cars in Indonesia

Indonesia muncul sebagai pasar yang menjanjikan bagi mobil listrik, Salah satu faktor kunci yang menyumbang pada potensi ini adalah biaya bahan bakar yang lebih rendah dan emisi yang lebih sedikit yang terkait dengan mobil listrik. Namun, keberlanjutan mobil listrik di Indonesia bervariasi di antara provinsi karena perbedaan biaya listrik dan sumber daya listrik.

Pada bulan Agustus 2019, perusahaan listrik negara Indonesia (PLN) memiliki surplus lebih dari 3000 MW, memastikan pasokan daya yang cukup untuk kendaraan listrik. Meskipun demikian, kelangkaan stasiun pengisian tetap menjadi hambatan signifikan bagi operator mobil listrik. Selain itu, biaya awal yang lebih tinggi dari mobil listrik murni dibandingkan dengan kendaraan konvensional menjadi tantangan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia mendukung keberlanjutan mobil listrik guna menekan konsumsi penggunaan bahan bakar fosil. Meskipun biaya operasional tergantung pada jenis mobil listrik yang digunakan, potensi penghematan finansial sudah terlihat.

Regulasi Indonesia terhadap mobil listrik mendukung, seperti yang terlihat dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi polusi udara. Hal ini mencerminkan keinginan Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam industri mobil listrik yang berkembang.

Mengambil inspirasi dari model yang sukses, Indonesia dapat belajar dari pendekatan Norwegia, di mana pemerintah memberikan insentif keuangan seperti potongan pajak dan keuntungan non-keuangan seperti akses ke jalur khusus bagi pengguna mobil listrik. Selain itu, sektor swasta dapat mengambil contoh dari BlueSG di Singapura, yang menawarkan layanan berbagi mobil listrik dan stasiun pengisian dengan harga menarik.

 

Sumber: CFDS


Related Post

Data Center Tetap Mendominasi Permintaan Lahan Industri di Indonesia pada Tahun 2024

Data Center Tetap Mendominasi Permintaan Lahan Industri di Indonesia pada Tahun 2024

Mendorong Adopsi Kendaraan Listrik (EV) di Indonesia

Mendorong Adopsi Kendaraan Listrik (EV) di Indonesia

Mengapa Data Center Harus Tetap di Indonesia

Mengapa Data Center Harus Tetap di Indonesia