Di masa digitalisasi ini, terjadi banyak perubahan dalam pola berbelanja masyarakat. Masyarakat yang dulu berbelanja secara langsung ke toko mulai beralih ke belanja online. Transaksi online dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan terutama di tahun ini. Dengan adanya pandemi ini, semakin banyak masyarakat yang beralih melakukan belanja online. Peningkatan tersebut membuat kebutuhan pergudangan dan jasa logistik di Indonesia semakin meningkat. Hal ini menjadi peluang dan juga tantangan untuk sektor logistik untuk bisa membuat logistik di Indonesia menjadi lebih efisien baik dari segi harga dan waktu.

 

Saat ini terdapat beberapa hal yang membuat pergudangan di Indonesia kurang efisien. Beberapa di antaranya adalah biaya sewa gudang yang masih mahal dan penggunaan gudang yang tidak maksimal. Saat ini untuk penyewaan gudang biasanya tahunan dan kapasitas yang dipakai cenderung hanya 10%-20% dari keseluruhan kapasitas gedung. Dalam mengatasi peningkatan kebutuhan yang semakin banyak dan inefisiensi pergudangan, terdapat inovasi yang dilakukan dan salah satunya adalah pergudangan pintar.

 

Pergudangan pintar merupakan sebuah ekosistem dengan menggunakan teknologi yang berfungsi untuk mendukung proses logistik mulai dari penerimaan, pengidentifikasian, penyortiran dan pengaturan barang secara otomatis. Sistem gudang pintar dapat menghemat 70% biaya ruang dibanding gudang tradisional dan juga dapat mengurangi biaya tenaga kerja di segmen pergudangan. Dengan adanya gudang pintar, resiko-resiko dalam operasional logistik seperti kesalahan pengiriman dan human error lainnya di gudang akan lebih rendah. Selain itu dengan adanya sistem gudang pintar ini, waktu pengiriman barang akan menjadi lebih cepat. Berdasarkan AlixPartners rata-rata waktu pengiriman yang yang diharapkan meningkat dari 5.5 hari menjadi 4.5 hari di tahun 2021 yang artinya barang menjadi lebih cepat sampai ke konsumen. Dari sisi tenaga kerja, dengan adanya sistem pergudangan pintar ini membuat kualitas sumber daya manusia meningkat karena sistem otomisasi memerlukan tenaga kerja yang ahli. Sistem pergudangan pintar ini akan terus meningkat dengan proyeksi pertumbuhan 14% atau sekitar 30 miliar USD di tahun 2026 ditambah dengan percepatan digitalisasi dan peningkatan sektor e-commerce membuat investasi di pergudangan pintar menjadi prospek yang baik dan menjanjikan.

 

Pergudangan pintar pastinya membutuhkan lokasi yang strategis untuk mempermudah pengiriman barang dan juga fasilitas yang memadai. Kawasan industri Karawang New Industry City yang terletak di Karawang Barat dengan akses exit tol Karawang Barat 2 km 47 dan berjarak hanya 10 menit dari stasiun Karawang Kereta Api Cepat Jakarta Bandung akan menjadi pusat pergudangan pintar yang potensial dan telah menjadi pilihan dari beberapa pelaku industri ternama sebagai lokasi usaha mereka.

 

Referensi: JJL, Kompas.com, Kontan.co.id, Dailysocial.id


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi