Kelangkaan Kontainer Ancam Kinerja Sektro Manufaktur dan Ekspor

 

 

Kelangkaan kontainer menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi sektor manufaktur di tengah tren pemulihan sektor tersebut. Jika tidak segera di atasi, kelangkaan kontainer bahkan dikhawatirkan bisa menghambat kinerja sektor manfukatur sekaligus menekan ekspor Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mengatakan, kelangkaan kontainer dipicu oleh kebijakan lockdown yang diterapkan banyak negara terutama negara tujuan ekspor. Arus pergerakan kontainer mengalami penurunan bahkan terhenti karena banyak kontainer yang menumpuk di negara tujuan dan tidak bisa kembali karena tidak ada produk yang dibawa. Negara-negara produsen dari Asia seperti Cina, Jepang dan Korea Selatan mengirim produk untuk diekspor ke berbagai negara seperti di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Begitu sampai di negara tujuan, arus kontainer terhenti atau berjalan lamban karena tidak banyak produk yang bisa kembali diangkut ke negara asal.

 

Berkurangnya lalu lintas kontainer menyebabkan turunnya jumlah kapal yang beredar di lautan dan juga di hub perdagangan seperti Singapura, Tanjung Pelepas, Cina dan Korea Selatan. Kekurangan jumlah kapal besar di hub tersebut juga menyebabkan barang dari Indonesia tidak bisa diekspor karena tidak ada pergerakan kontainer masuk ke Indonesia. Kondisi tersebut membuat adanya ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan di negara-negara eksportir maupun importir. Menyusul tingginya permintaan daripada suplai yang ada, maka kenaikan tarif kontainer pun tidak bisa dihindari. Sampai saat ini tidak ada aturan kenaikan harga maksimum sewa kontainer dari tarif dasar. Ia mencontohkan, harga sewa per kontainer menuju Australia dari US$ 1.200 (Rp 17,3 juta) menjadi US$ 5.000 (Rp 72 juta), untuk tujuan Eropa dari US$ 2.000 (Rp 28,8 juta) menjadi US$ 16.000 (Rp230,4 juta). Sementara itu, untuk tujuan ke Amerika dari US$ 3.000 (Rp43,2 juta) menjadi US$ 20.000 (Rp 288 juta) per kontainer. Beliau mengharapkan ada koordinasi yang baik antara shipping line di Indonesia, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan untuk turun tangan membantu mengatasi masalah kelangkaan kontainer. Dia juga meminta pemerintah membuka jalur kontainer agar bisa menyalurkan produk ekspor Indonesia ke negara transit, seperti Singapura.
 

Source: katadata.co.id

 

 

Invest with us today!

 

+62811-117-9899

 

email: invest@knic.co.id

www.knic.co.id

 

#KNIC #InnovatetoGrow #industrialcity #industrialestate #investasiterbaik #investasicerdas #kawasanindustri #southeastasia #southeastasiaproperty #worldclassinfrastructure #investnow #property #karawang #karawanginfo #karawangtoday #karawangupdate #ev #electricvehicle #mobillistrik

 



 

 

 


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi