Demi memperkuat struktur industri dan mendorong upaya pemulihan ekonomi dalam negeri, Kementerian Perindustrian masih terus gencar untuk berusaha menarik pabrikan global agar mau berinvestasi di Indonesia. Bahkan menurut Dody Widodo, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional, pemerintah juga telah turut andil mengeluarkan insentif fiskal dan nonfiskal.

Bentuk dari insentif fiskal di antaranya seperti fasilitas bea masuk, tax holiday, tax allowance, dan super tax deduction. Sedangkan untuk insentif nonfiskal berupa program pelatihan dan sertifikasi SDM, sertifikasi standar dan kegiatan litbang bagi Industri Kecil Menengah, pembangunan infrastuktur industri, dan masih banyak lagi.

Ada pula sejumlah fasilitas berupa 27 kawasan industri yang sudah disiapkan oleh pemerintah untuk para investor, yang saat ini sedang diprioritaskan untuk pembangunan dalam jangka menengah sepanjang tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 yang akan datang.

Kawasan Industri Indonesia Mulai Dilirik Investor Global

Meski kehadiran pandemi Covid-19 memberikan berbagai dampak negatif bagi banyak aspek, termasuk di antaranya seperti kesehatan, ekonomi, dan sosial, namun tetap tidak bisa dipungkiri, hal tersebut jugalah yang membawa peluang untuk membantu pembangunan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Salah satunya adalah realokasi fasilitas produksi dari perusahaan multinasional.

Sebab di tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan perusahan multinasional biasanya hanya memusatkan fasilitas produksinya di satu negara saja. Namun demi mendiversifikasi risiko akibat pandemi ini, mereka mulai melirik nergara-negara lain untuk melakukan realokasi fasilitas produksi. Tentunya hal tersebut dapat memberikan peluang besar bagi Indonesia, terutama untuk pembangunan sektor industri. Terlebih lagi, industri manufaktur merupakan sektor andalan dalam negeri yang selama ini telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi dan ekspor.

Salah satu dampak positif yang dihasilkan dari sektor manufaktur adalah dengan bertambahnya penyerapan tenaga kerja. Menurut catatan dari Kemenprin, realisasi investasi sektor industri pada periode Januari hingga September 2020 telah berhasil mencapai Rp 201,9 triliun. Angka tersebut sudah mengalami peningkatan sebanyak 37% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Dari peningkatan tersebutlah sektor industri nasional sudah berhasil menyerap tenaga kerja baru sebanyak 17,48 juta orang per Agustus 2020.

Beberapa indstri yang turut menyumbang investasi terbesar hingga September 2020 lalu di antaranya adalah industri barang logam sebanyak Rp 69,79 triliun, industri makanan dan minuman sebanyak Rp 40,53 triliun, industri kimia dan farmasi sebanyak Rp 35,63 triliun, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi sebanyak Rp 8,87 triliun, serta industri mineral nonlogam sebanyak Rp 8,66 triliun.
 


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi