Hal yang Perlu Anda Perhatikan Dalam Jual Beli Tanah Pabrik

Tanah dan bangunan merupakan kebutuhan utama manusia yang tidak bisa ditawar. Untuk mendirikan bangunan, diperlukan tanah di mana proses untuk mendapatkannya tidak pernah mudah. Salah satu jenis bangunan yang membutuhkan hal ini adalah pabrik.

Fungsi pabrik selain menyimpan barang hasil produksi, pabrik juga diperlukan untuk memproduksi   barang. Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam proses jual beli tanah pabrik. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya!

Kelengkapan Dokumen Penjual

Hal pertama yang patut diperhatikan ketika melakukan proses jual beli adalah kelengkapan dokumen penjual. Beberapa dokumen wajib yang harus ada yakni fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), surat nikah (jika telah menikah), bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam 5 tahun terakhir, serta kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Tidak hanya itu, penjual juga wajib menyertakan sertifikat asli hak atas tanah yang akan dijual antara lain sertifikat hak milik, sertifikat hak bangunan, sertifikat hak guna usaha, sertifikat hak milik atas satuan rumah susun.

Kelengkapan Dokumen Pembeli

Selain kelengkapan dokumen penjual, pembeli juga harus melampirkan dokumen. Adapun dokumen yang diperlukan yakni antara lain fotokopi KTP, KK, serta kartu NPWP. Apabila pembeli telah menikah, keberadaan surat nikah pun wajib dilampirkan. Semua dokumen tersebut penting untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Periksa Akta Jual Beli

Untuk proses jual pabrik, pembeli perlu memeriksa Akta Jual Beli (AJB). Dokumen ini akan diperiksa oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) terkait keaslian sertifikat yang prosesnya dilakukan di kantor pertanahan.

Penjual wajib membayar pajak penghasilan (PPh) dan pembeli diharuskan membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Adapun ketentuannya sebagai berikut:

Pajak Penjual (PPh) = NJOP/Harga Jual x 5%

Pajak Pembeli (BPHTB) = {NJOP/Harga Jual – Nilai Tidak Kena Pajak} x 5%

NJOP sendiri merupakan Nilai Jual Objek Pajak di mana angka ini ditentukan dari harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi. Calon pembeli bisa membuat surat pernyataan bahwa dengan membeli tanah, maka tidak lantas menjadi pemegang hak atas tanah yang telah melebihi ketentuan batas luas maksimum.

Pastikan untuk memeriksa apakah jangka waktu hak atas tanah telah berakhir atau belum. Pasalnya, terdapat jangka waktu untuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU). Jangan sampai membeli tanah dengan SHGB atau SHGU yang kondisinya telah jatuh tempo.

Perhatikan Surat Pernyataan Jual

Surat Pernyataan Jual (SPJ) populer di kalangan broker karena menyangkut tanah dengan nilai besar, terutama pabrik. Perhatikan SPJ tersebut untuk membuktikan bahwa tanah tersebut milik perusahaan yang telah dilepaskan. Adanya SPJ juga akan memberikan kepastian mengenai harga dari tanah tersebut.

Demikian tadi beberapa informasi yang perlu diketahui mengenai proses jual beli tanah pabrik. Salah satu lokasi strategis untuk melakukan jual beli tanah pabrik di Indonesia yakni di Karawang New Industry City (KNIC). Kawasan yang terletak di Jawa Barat ini mengusung banyak kelebihan termasuk teknologi dan sistem yang terintegrasi kelas dunia sehingga kehadiran infrastruktur kelas dunia terlihat jelas di tempat ini.

Selain bertujuan untuk mendukung kinerja sebuah perusahaan manufaktur, KNIC juga hadir untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah serta menghadirkan Multiplier Effect yang berguna bagi perkembangan sosio-ekonomi di Karawang dan daerah-daerah di kawasan Jawa Barat.


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi