Sejak 3 Tahun Terakhir, Peritel dari Segmen F&B Berhasil Mencatatkan Pertumbuhan Pendapatan Hingga 18%

industri f&b

Bisnis yang dikategorikan bergerak pada bidang F&B adalah bisnis yang menjadikan makanan dan minuman sebagai poros utama bisnis tersebut. F&B merupakan salah satu industri yang telad ada serta telah berkembang sejak lama. Kondisi sebaliknya justru terjadi pada peritel segmen lain seperti pakaian dan peralatan rumah tangga yang rata-rata hanya tumbuh 10% dalam periode yang sama .

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah yang dilansir dari bisnis.com

Dan berikut inilah yang 5 alasan yang menjadikan Industri F&B akan terus meningkat:
 

Kebutuhan Dasar Manusia

Salah satu kebutuhan manusia adalah makan dan minum untuk bertahan hidup serta memuaskan dahaga. Kegiatan tersebut harus dilakukan setiap hari oleh manusia, atas dasar itulah Makanan dan Minuman adalah hal yang tidak mungkin dilewatkan dari keseharian manusia.

Alasan bahwa makan dan minum adalah hal yang harus dilakukan setiap hari oleh manusia, yang itu dimana artinya permintaan akan selalu ada selagi umat manusia masih menjadi penghuni bumi itu pula yang menjadikan Industri F&B di dunia secara keseluruhan tidak akan pernah menemui akhir masanya, kecuali sudah tidak ada satupun makhluk hidup di bumi ini.

Selain kebutuhan akan pangan itu sendiri, manusia juga butuh berkumpul dan berinteraksi ke sesama manusia lainnya. Usaha yang bergerak di bidang F&B seperti restoran dan kafe seringkali menjadi pilihan tempat untuk melakukan kegiatan berkumpul tersebut. Seperti misalnya kegiatan nongkrong bagi anak muda, rapat, meeting, kencan, atau bahkan family time.

Kesadaran Wirausaha

Meningkatnya kesadaran berwirausaha di Indonesia bahkan secara global, membuat F&B menjadi bidang yang seringkali dipilih oleh orang-orang yang baru memulai menjadi wirausahawan.

Selain kemudahan untuk mendapatkan bahan baku, kemudahan mengolah makanan dan minuman untuk disajikan sebagai produk dari kegiatan wirausaha juga seringkali menjadi pertimbangan wirausahawan baru.

Untuk memulai sebuah usaha, mengambil bidang F&B ini cenderung tidak membutuhkan banyak biaya untuk modal awal. Bahkan saat ini para calon wirausahawan juga dipermudah dengan adanya sistem bisnis waralaba yang telah memiliki standarisasi serta dapat dijalankan dengan membayar lisensi dengan biaya yang cukup murah.

Perkembangan Teknologi yang Mendukung

Pengguna smartphone di dunia mencapai 3,2 Milyar orang. Bahkan di Indonesia sendiri Menurut Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada tahun 2018 jumlah pengguna aktif smartphone mencapai lebih dari 100 juta orang.

Hal tersebut sangat berhubungan dengan potensi meningkatnya industri F&B. Karena teknologi yang sudah mampu dijangkau oleh genggaman saat ini mendukung Industri F&B itu sendiri. Sebagai contoh, pemesanan makanan dan minuman melalui aplikasi ojek online yang dapat dijalankan melalui smartphone kini telah menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat perkotaan.

Hal ini semakin mempermudah wirausaha yang bergerak pada industri F&B untuk melakukan kegiatan promosi, pemasaran serta mendapatkan pelanggan dengan lebih efisen mengandalkan teknologi.

Perkembangan teknologi yang mendukung inilah yang dapat menjadi salah satu alasan Industri F&B akan terus meningkat.

Terkait Dengan Industri Lain

Industri F&B seringkali tidak terlepas dari industri lainnya. Sebagai contoh, di sektor pariwisata, tidak mungkin tidak ada tempat makan. Sektor lainnya seperti Infrastruktur, pembangunan jalan tol seringkali dibarengi dengan membuat rest area, yang dimana kebanyakan usaha yang mengisi rest area tersebut adalah usaha yang bergerak pada sektor F&B.

Keterkaitan F&B dengan industri lainnya, menjadikan alasan industri F&B ini sepertinya akan terus meningkat selama masih ada industri lain seperti Hiburan, Pariwisata bahkan Infrastruktur yang meningkat juga.

Mudah Beradaptasi Dengan Tren

Di masa pandemi seperti ini, perubahan tren dapat dikatakan cukup drastis. Tren berkumpul sebelum pandemi terjadi, kini harus dipaksa untuk menurunkan grafiknya karena terdapat kebijakan dengan alasan mengutamakan kesehatan yang dimana kegiatan berkumpul mau tidak mau harus dibatasi.

Namun industri F&B tetap mampu beradaptasi dengan adanya perubaha tren tersebut. Adagium "makan tidak makan asal kumpul" kini pun bergeser menjadi "kumpul tidak kumpul asal makan." Terlebih dalam kondisi tren apapun, makhluk hidup memang harus makan dan minum untuk bertahan hidup. Inilah yang juga menjadi salah satu alasan bahwa Industri F&B baik itu produk maupun service akan selalu mengalami peningkatan.


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi