Pengembangan kendaraan listrik sedang menjadi salah satu fokus pemerintah Indonesia saat ini. Dilihat berdasarkan tren kendaraan secara global, penjualan kendaraan listrik diprediksi meningkat hingga 13 kali dalam satu dekade kedepan. Penjualan yang meningkat diimbangi dengan harga baterai kendaraan listrik yang diprediksi akan terus menurun sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

 

Saat ini penggunaan kendaraan listrik masih sedikit dikarenakan beberapa faktor yaitu infrastruktur yang belum memadai, pajak impor kendaraan listrik yang masih tinggi, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kendaraan listrik, dan juga harga kendaraan listrik yang masih belum bisa dijangkau banyak masyarakat Indonesia. Selain itu belum adanya standarisasi dan panduan kebijakan pemerintah yang mendukung implementasi green economy membuat terhambatnya implementasi kendaraan listrik di Indonesia. Rasio kepemilikan mobil di Indonesia juga relatif rendah yaitu 99 unit per 1000 penduduk juga dibandingkan negara tetangga membuat adaptasi kendaraan listrik cenderung lambat.

 

Pemerintah terus menyiapkan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan termasuk peta jalan ramah lingkungan dan melakukan pengembangan hidrogen fuel untuk mempercepat adaptasi kendaraan listrik. Pemerintah juga telah membentuk Indonesia battery Corporation sebagai komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Nantinya baterai kendaraan listrik dapat diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasional dan juga di ekspor untuk negara lain. Produsen-produsen kendaraan juga telah memperkenalkan model-model kendaraan baru yang berbasis penggunaan listrik dan juga hybrid dan juga banyak perusahaan yang bergerak di bidang transportasi online mulai mengadaptasi motor listrik dan mobil listrik untuk operasionalnya.

 

Pemerintah memproyeksikan jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 20% dari total jumlah kendaraan di Indonesia. Pemerintah juga menargetkan 100% adopsi kendaraan listrik di Ibu Kota baru pada tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut pemerintah akan mengadaptasi penggunaan kendaraan listrik di instansi pemerintahan baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Target awal pemerintah pada tahun 2021 sebesar 13.236 unit kendaraan roda empat dan 39.883 unit kendaraan roda dua dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Kebijakan mengenai penerapan kendaraan listrik terus direncanakan mulai dari aturan TDKN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) hingga pemberian insentif seperti 0% luxury tax, DP 0% untuk kendaraan listrik, nomor pelat kendaraan khusus, dan juga pajak kendaraan yang rendah untuk konsumen dan juga tax holiday, tax allowance, pembebasan biaya impor, dan juga pengurangan pajak untuk kebutuhan R&D untuk produsen kendaraan listrik.

 

 


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi