Data yang dirilis dari oleh United Nations Statistics Division pada 2016 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat keempat dari 15 negara yang industri manufakturnya menyumbang kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari 10 persen.

Secara khusus, Indonesia menyumbangkan 22 persen PDB setelah Korea Selatan 29 persen, Tiongkok 27 persen, serta Jerman 23 persen. Hal ini pun menandakan bahwa pembangunan di bidang manufaktur dapat diandalkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.

Industri manufaktur sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk segala aktivitas manusia dalam menghasilkan barang. Proses produksi barang ini tidak hanya terbatas dalam penggunaan teknologi tinggi tapi juga kerajinan tangan, misalnya industri alat angkutan, logam dasar, tekstil dan pakaian, baja dan keramik, hingga pipa air.

Peningkatan pendapatan di bidang manufaktur erat kaitannya dengan daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis produk yang ada sehingga proses produksi pun meningkat sesuai dengan permintaan. Belum lagi potensi yang dimiliki oleh Indonesia dengan anugerah sumber daya alam yang melimpah dari Sabang hingga Merauke.

Masa Depan Industri Manufaktur di Indonesia

Lantas, bagaimana dengan masa depan industri manufaktur di Indonesia? Buku “Policies to Support the Development of Indonesia’s Manufacturing Sector during 2020-2024” yang ditulis oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Asian Development Bank (ADB) menunjukkan potensi yang cerah.

Industri manufaktur berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia mencapai 5,68 persen pada 2020-2024 atau mampu mencapai 5,54 persen pada 2024. Potensi pertumbuhan ekonomi ini diprediksi meningkat hingga rata-tara 6,31 persen pada 2020-2024.

Construction Material Industrial Park di Karawang

Untuk mendukung pertumbuhan industri manufaktur, maka dibuatlah berbagai macam Construction Material Industrial Park atau kawasan industri manufaktur. Salah satu di antaranya yakni kawasan industri Karawang di Jawa Barat.

Ada berbagai alasan kenapa kawasan industri Karawang khususnya Karawang New Industry City (KNIC) merupakan lokasi strategis untuk dijadikan lahan produksi. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

1. Konsep dasar KNIC merupakan sebuah kota industri yang terintegrasi kelas dunia sehingga kehadiran infrastruktur kelas dunia dapat dilihat di kawasan ini.

2. Berada di lokasi strategis karena dekat dari jalan tol, LRT Jabodetabek, stasiun kereta, bandar udara, dan pelabuhan. Lokasi strategis ini memudahkan pengiriman barang kemana pun dan dimana pun.

3. Terletak di jantung kota antara Jakarta dan Bandung sebagai dua kota dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia.

4. Kota industri yang dibangun dengan berbagai klaster, seperti klaster otomotif, bahan konstruksi, elektronik, penyedia layanan logistik, serta usaha kecil menengah.

5. Sebagai Construction Material Industrial Park, KNIC menyediakan layanan dan fasilitas pendukung industri satu atap, yakni pabrik pengolahan air, pabrik pengolahan air limbah, sistem kelistrikan, teknologi informasi yang canggih, serta gas alam.

Demikian, beberapa informasi terkait perkembangan industri manufaktur di Indonesia serta kawasan industri yang mendukung perkembangan manufaktur, dalam hal ini KNIC di Jawa Barat.


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi