Tantangan Industri Manufaktur dan Cara Menghadapinya

Manufacturing industry challenges

Industri manufaktur di Indonesia terus berkembang setiap tahunnya. Teknologi internet juga membuat proses rantai pasokan atau supply chain berbeda pula. Berkembang industri manufaktur di Indonesia juga berdampak pada tantangan industri manufaktur yang muncul. Pasalnya, karena industri manufaktur sudah berubah akibat teknologi internet, dan tantangan yang datang pun berbeda pula.

Berikut beberapa tantangan industri manufaktur dan cara menghadapinya yang perlu Anda kuasai:

1. Sulitnya Memprediksi Permintaan Produk

Salah satu tantangan industri manufaktur yang sering terjadi adalah sulitnya memprediksi permintaan produk yang akan datang. Pasalnya, jika perusahaan tidak dapat mengukur atau memprediksi permintaan produk yang akan datang, perusahaan akan kewalahan jika terdapat permintaan atau pesanan dalam jumlah besar.

Akibatnya, perusahaan tidak dapat memenuhi ekspektasi pelanggan, baik dalam jumlah atau dalam segi kualitas. Solusi yang dapat perusahaan lakukan adalah dengan menggunakan software dan menggunakan fitur pelaporan yang akurat yang dapat mendata penjualan serta memperkirakan berapa banyak produk yang akan dijual di masa depan.

2. Kesulitan Kontrol Persediaan

Pengelolaan persediaan atau inventaris merupakan salah satu tantangan industri manufaktur. Dengan berkembangnya teknologi internet saat ini pemasaran suatu produk akan lebih cepat dan tidak memakan banyak biaya. Dampaknya, pemesanan suatu produk akan meningkat. Namun, jika tidak diiringi dengan teknologi yang mencukupi, perusahaan akan sulit mengontrol persediaan atau inventaris.

Solusi yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan sistem atau software otomatis karena melakukan pengecekan produk secara manual sangat tidak efisien dan memiliki failure rates yang cukup tinggi. Perusahaan bisa menggunakan software manajemen inventaris untuk melakukan audit dan pemeriksaan inventaris secara berkala untuk memastikan jumlah produk sesuai dengan yang terlampir pada data. 

3. Sulitnya Tingkatkan Efisiensi Pabrik

Membuat pabrik atau perusahaan yang efisien adalah tantangan industri manufaktur. Pasalnya, perusahaan harus memilih untuk memberikan kualitas terbaik atau menurunkan biaya produksi. Hal ini menjadi permasalahan tersendiri. Jika perusahaan memilih untuk menurunkan kualitas demi menghemat biaya produksi, konsumen akan lari karena tidak puas dengan kualitas produk.

Solusi yang paling efektif adalah dengan melakukan modernisasi pada proses dan sistem alur kerja. Produsen bisa mengurangi pekerja dan menggantinya dengan robot dan sistem. Pada awalnya, pilihan mengganti alat dan sistem yang lebih modern akan memakan banyak biaya di awal, namun, akan menghemat biaya pada waktu jangka panjang.

4. Kesulitan Dalam Meningkatkan ROI

Meningkatkan ROI (return on investment) menjadi tantangan industri manufaktur setiap tahunnya. Setiap perusahaan pasti ingin meningkatkan ROInya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan ROI perusahaan selain dengan menaikan harga barang atau produk seperti meningkatkan penjualan dengan strategi yang benar, memperbarui strategi pemasaran dengan memanfaatkan digital marketing, dan mengurangi biaya produksi dengan mengubah desain atau material kemasan.

5. Kekurangan SDM Berkualitas

Mencari sumber daya manusia yang berkualitas dan mengerti tentang teknologi terkini menjadi kesulitan tersendiri. Alasannya, perusahaan tidak hanya mencari orang yang mengerti tentang teknologi, tetapi juga memiliki kualitas, mampu berpikir kreatif, solutif serta memiliki mental yang tangguh. Perusahaan bisa melakukan beberapa seleksi untuk menemukan sumber daya manusia yang berkualitas.

Setelah mendapatkan karyawan yang berkualitas, perusahaan perlu membuat jadwal pelatihan secara berkala agar setiap karyawan dapat meningkatkan potensinya.

6. Kurangnya Pemahaman Tentang Teknologi Baru

Teknologi selalu berkembang dan berganti setiap tahunnya. Mulai dari robot, IoT, dan software manufaktur. Hadirnya beberapa teknologi terbaru tentu akan membuat para produsen kebingungan. Memutuskan untuk menolak teknologi juga bukan keputusan yang baik karena perusahaan akan tertinggal dengan konsumen yang sudah menggunakan teknologi.

Perusahaan bisa berdiskusi dengan seluruh stakeholder untuk menentukan apakah akan menggunakan sistem otomatis secara bertahap atau sekaligus karena menggunakan teknologi baru tentu akan menghabiskan banyak biaya.

Nah, itulah 5 tantangan industri manufaktur dan cara menghadapinya. Jika Anda ingin membangun perusahaan manufaktur ada baiknya Anda mencarinya di kawasan industri yang memiliki fasilitas lengkap dan memiliki lokasi strategis karena dekat dengan jalur transportasi.

Salah satu kawasan industri yang memiliki lokasi strategis adalah Karawang New Industry City (KNIC). Berlokasi dekat dengan ibu kota Jakarta dan memiliki banyak akses menjadikan KNIC kawasan yang cocok untuk membangun gudang dan menyewa gudang.

Selain itu, KNIC memiliki 6 akses infrastruktur nasional seperti jalur tol Jakarta-Cikampek, jalur LRT Jabodetabek, jalur Trans Jawa, Railway Jakarta-Bandung, Bandara Internasional Kertajati, dan pelabuhan Patimban.

Selain itu KNIC juga didukung fasilitas seperti listrik premium, gas alam, dan koneksi internet cepat untuk mendukung kinerja perusahaan manufaktur. 


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi