Mengurangi Downtime Perusahaan Manufaktur

cara mengurangi downtime

Penghentian operasi adalah hal yang umumnya dilakukan oleh perusahaan manufaktur. Pasalnya, perusahaan manufaktur perlu menghentikan aktivitas produksi dan layanan untuk melakukan perawatan (Maintenance) dan mengupgrade mesin yang ada untuk meningkatkan kinerja perusahaan agar bisa menjadi lebih baik.

Salah satu efek buruk yang mungkin terjadi ketika penghentian operasi adalah downtime. Istilah downtime merujuk pada aktivitas penghentian operasi yang tidak direncanakan. Terdapat berbagai macam faktor penyebab downtime seperti minimnya perawatan atau Maintenance, salah pengoperasian, kerusakan software dan hardware.

Downtime bisa merugikan perusahaan manufaktur mulai dari ratusan juta hingga milyaran rupiah. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengurangi atau menurunkan upaya downtime melalui berbagai cara berikut, seperti:

Audit Risiko

Cara mengurangi downtime yang pertama adalah dengan cara mengaplikasikan update risiko. Pasalnya, perusahaan manufaktur tentu akan mengalami banyak kerugian jika downtime sering terjadi. Anda bisa melakukan audit risiko dengan cara mengidentifikasi peralatan mana saja yang sudah usang dan perlu diganti.

Ada beberapa peralatan tua yang suku cadangnya bahkan sudah tidak bisa ditemukan karena sudah tidak diproduksi lagi. kalau sudah seperti itu, ada baiknya Anda berinvestasi untuk mengganti barang-barang tersebut agar tidak mengganggu proses produksi. Audit risiko akan memprediksi masalah yang belum muncul, sehingga downtime bisa dikurangi.

Pasang Alat Pendeteksi Kerusakan Peralatan

Cara mengurangi downtime berikutnya adalah dengan cara memasang alat pendeteksi kerusakan. Pada umumnya peralatan yang rusak memiliki tanda-tanda yang mudah diprediksi seperti alat lebih cepat panas daripada sebelumnya, getaran yang dihasilkan lebih besar serta suara mesin lebih berisik dari biasanya.

Jika alat-alat di perusahaan manufaktur sudah memiliki tiga karakteristik tersebut, berarti peralatan Anda sudah mulai tidak bagus atau sudah rusak . Namun, Anda tidak perlu khawatir karena sudah ada alat yang mampu mendeteksi tanda-tanda kerusakan pada peralatan Anda dengan sensor canggih. Terlebih, alat sensor ini cenderung murah dan memiliki ukuran kecil jadi sangat mudah untuk digunakan.

Memanfaatkan Data dan Sistem Pelaporan Anda

Menggunakan sistem pelaporan dan memanfaatkan data adalah salah satu cara mengurangi downtime yang tepat. Perusahaan manufaktur bisa menggunakan sistem pelaporan data melalui dasbor online seperti ERP manufaktur untuk menghemat waktu dan semua bagian perusahaan dapat mengakses laporan dan data dalam waktu real time

Hasilnya, Anda dapat mengetahui dengan tepat kapan mesin Anda berhenti beroperasi karena rusak dan dapat mengidentifikasi aktivitas mana saja yang terganggu dengan adanya kerusakan tersebut.

Latih dan Berdayakan Karyawan Anda

Cara mengurangi downtime berikutnya adalah dengan cara melakukan pelatihan kepada karyawan perusahaan manufaktur. Selain kerusakan alat, downtime bisa terjadi karena kesalahan pengoperasian mesin. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan pelatihan yang komprehensif agar operator dapat memiliki kemampuan untuk mendeteksi mesin mana yang mulai mengalami kerusakan.

Selain memahami cara mengoperasikan alat, proses produksi akan jauh lebih maksimal jika operator bisa mengetahui dan mengatasi masalah kecil yang terjadi pada alat tersebut.

Membuat Jadwal Maintenance

Cara mengurangi downtime yang paling efektif adalah dengan cara membuat jadwal Maintenance. Hal ini meliputi perawatan berkala, upgrade mesin dan software, serta melakukan pembersihan. Akan tetapi, ternyata banyak perusahaan manufaktur yang belum mengaplikasikan kegiatan ini. Padahal jika mesin rusak tiba-tiba tentu akan menyebabkan downtime.

Nah, itulah 5 cara mengurangi downtime yang bisa perusahaan manufaktur lakukan. Jika Anda ingin membangun pabrik baru ada baiknya Anda mencarinya di kawasan industri yang memiliki fasilitas lengkap dan memiliki lokasi strategis karena dekat dengan jalur transportasi.

Salah satu kawasan industri yang memiliki lokasi strategis adalah Karawang New Industry City (KNIC). Berlokasi dekat dengan ibu kota Jakarta dan memiliki banyak akses menjadikan KNIC kawasan yang cocok untuk membangun gudang dan menyewa gudang.

Selain itu, KNIC memiliki 6 akses infrastruktur nasional seperti jalur tol Jakarta-Cikampek, jalur LRT Jabodetabek, jalur Trans Jawa, Railway Jakarta-Bandung, Bandara Internasional Kertajati, dan pelabuhan Patimban.

Selain itu KNIC juga didukung fasilitas seperti listrik premium, gas alam, dan koneksi internet cepat untuk mendukung kinerja perusahaan manufaktur. 


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi