Ketahui 5 Jenis Usaha Yang Berpotensi di Indonesia

 

bisnis potensial di indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Maka wajar saja jika tidak sedikit investor mencari peluang bisnis untuk membangun usaha di negara yang kaya akan flora dan faunanya ini. Hal ini dikarenakan Indonesia melalui banyak reformasi, birokrasi hingga banyak pula investor asing yang berani menanam dana besar di Indonesia.

Inilah yang membuat Indonesia dianggap sebagai negara yang paling berpotensi dalam membangun bisnis khususnya pada 5 jenis bisnis di bawah ini:

1. Pariwisata dan Perhotelan

Indonesia memberikan visa free bagi 169 negara yang kemudian meningkatkan produksi bisnis travel di Indonesia. Terlebih, pesona Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan 34 provinsi menjadikan Indonesia dianggap tempat paling pas untuk travelling. Inilah yang membuat negara ini selalu dikunjungi lebih dari 10 juta turis per tahunnya. 

Dengan demikian, bisnis pada bidang pariwisata dan perhotelan sangat berpotensi menjadi bisnis yang sukses di Indonesia. 

2. Bisnis E-commerce

Indonesia memiliki populasi  penduduk yang cukup padat. Namun meski demikian akses internet di Indonesia terbilang baik sehingga bisnis pada bidang e-commerce menjadi bidang bisnis lainnya yang berpotensi di Indonesia. 

Hal ini didukung dengan program pemerintah yang memang mendukung transaksi sistem elektronik sehingga bisnis e-commerce sangat ramai di Indonesia. Apalagi, pengguna sosmed di Indonesia juga dianggap paling tinggi dibanding negara lainnya. 

3. Bisnis Infrastruktur

Indonesia memiliki daratan yang luas sehingga banyak proyek infrastruktur dibangun seperti jembatan, jalan, bandara dan sebagainya. Maka jenis bisnis selanjutnya yang sangat berpotensi di Indonesia adalah bisnis infrastruktur. Terlebih populasi masyarakat Indonesia juga sangatlah banyak sehingga infrastruktur juga menjadi kebutuhan pokok. 

4. Bisnis Manufaktur

Pemerintah Indonesia memberikan perizinan BA yang sangat mendukung bagi investor yang ingin menanam saham pada bisnis manufaktur. Bahkan menurut FDI, peluang bisnis manufaktur di Indonesia sangatlah tinggi khususnya pada pabrik atau bisnis perlengkapan. Hal ini terbukti dengan perkembangan manufaktur di Indonesia yang selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu khususnya pada bidang tekstil, garmen dan otomotif. 
Maka wajar saja jika perkembangan ini mampu meyakinkan menteri industri serta Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) bahwa bisnis manufaktur di Indonesia mampu mendobrak kinerja perusahaan di angka 4.80 % hingga 5.30%. Perkembangan ini pula yang kemudian menjadi nilai plus tersendiri yang menarik perhatian investor asing.

Namun, setiap perkembangan pasti ada tantangan di dalamnya. Tak terkecuali pada industri manufaktur. Untuk mengetahuinya, kira-kira apa saja tantangan-tantangan itu?

1.    Forecast Permintaan Produk

Kita semua tahu dalam industri manufaktur memperkirakan demand produk adalah tantangan yang cukup serius. Sehingga seringkali jumlah produksi tidak sesuai dengan permintaan pasar di depan. Hal ini bisa saja terjadi dikarenakan tidak ada pelaporan yang jelas dan mendetil untuk menjadi bahan pertimbangan.

2.    Kontrol Terhadap Persediaan

Ya, agar proses bisnis manufaktur bisa terus berjalan dan sustainable, kontrol terhadap persediaan juga menjadi sebuah kunci. Faktor utamanya bisa jadi adalah karena proses produksi yang panjang dan membutuhkan waktu. Maka itu, alangkah lebih bagusnya jika pabrik manufaktur menggunakan teknologi yang memudahkan dan mempercepat proses produksi.

3.    Pengembangan Efisiensi Pada Pabrik

Dalam mengembangkan efisiensi dalam pabrik, biasanya akan mengeluarkan budget yang tinggi. Namun jika pabrik kita terletak di kawasan industri yang memiliki fasilitas lengkap, terintegrasi dan lokasi yang strategis, efisiensi pabrik bisa lebih mudah kita capai.

Baca juga: KNIC Sebagai Kawasan Industri di Karawang Dengan Fasilitas Lengkap dan Lokasi Strategis

4.    Peningkatan Return On Investment (ROI)

Meningkatnya ROI serta dapat mengontrol kinerja produksi, bisnis manufaktur akan dapat terus berjalan dan sustain untuk menghadapi kondisi ekonomi yang sedang tidak mudah ini. Dan untuk meningkatkan ROI, maka akan ada beberapa hal yang harus ditempuh. Misalnya; meningkatkan nilai suatu produk, mengubah positioning terhadap produk (jika saat ini dirasa masih kurang) ataupun cara-cara lainnya.

5. Bisnis Pertanian

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Indonesia adalah negara yang paling kaya akan rempah-rempahnya. Selain itu ragam sayur hingga buah-buahan juga tidak terhitung banyaknya. Dengan demikian, bisnis pertanian menjadi bisnis lainnya yang sangat berpotensi di Indonesia. Apalagi, banyak pula tanaman tertentu di Indonesia yang dijadikan jamu serta obat-obatan yang banyak diminta tidak hanya oleh masyarakat lokal tetapi juga masyarakat mancanegara. 

Selain bisnis pertanian, bisnis peternakan juga cukup berpotensi di Indonesia mengingat negara ini sangat kaya akan flora dan faunanya. Dengan demikian segala kekayaan ini tentunya perlu disyukuri dan dijaga dengan baik oleh penduduknya. 


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi