Dalam sebuah sistem perusahaan yang baik harus terdapat sistem kerja yang lengkap. Salah satu di antaranya adalah Supply Chain Metrics atau metrik pengukuran rantai pasokan produksi. Sistem ini bertujuan untuk menentukan dan mengukur cara kerja produksi dari sebuah produk.

Pengukuran metrik ini sendiri meliputi segala hal yang terkait dengan produsen, pengecer, serta distributor. Di karenakan ketiga komponen ini merupakan bagian penting dari keseluruhan rantai produksi dan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.

Dengan menerapkan Supply Chain Metrics ini, maka perusahaan dapat mengukur kinerja dan hasilnya dapat dikomunikasikan ke bagian manajemen produksi. Evaluasi seperti ini akan membantu perusahaan dalam mengefektifkan segala lini dari rantai pasokan serta mendukung arah dan strategi bisnis.

Tidak hanya itu, penyajian berupa data-data penting dan taktis mengenai apa saja yang akan terjadi dan seberapa besar risiko masalah tersebut dapat diketahui dari metrik ini. Adanya metrik ini terkait erat dengan manajemen rantai pasokan di mana seluruh proses produksi berada.

Namun, hal yang sering membingungkan dari rantai pasokan adalah banyaknya metrik-metrik yang dapat diterapkan. Seluruh metrik ini pun memiliki berbagai macam perbedaan dalam penerapannya dimana tidak semua metrik cocok dalam satu proses produksi.

Lantas, apa saja metrik yang dapat digunakan untuk menentukan kinerja rantai pasokan? Di bawah ini ada 4 di antaranya:

Kemampuan Inventarisasi

Proses menginventarisasi produk atau mencatat sebenarnya merupakan hal yang kadang diabaikan oleh banyak bisnis selama ini. Padahal dengan melibatkan inventarisasi untuk mengukur sebuah kinerja perusahaan, maka akan membantu memenuhi apa saja keinginan dari para konsumen.

Sebagai contoh, mengontrol persediaan produk yang tersedia dan berapa jumlah pasokan yang dibutuhkan oleh konsumen di waktu-waktu mendatang. Jika produk tersedia maka manajemen rantai pasokan akan terus berjalan dan kuncinya terletak pada pencatatan.

Kecepatan Waktu

Metrik yang satu ini masih erat kaitannya dengan inventarisasi di mana proses inventarisasi yang baik membutuhkan kecepatan. Hal ini merupakan bagian penting karena dibutuhkan waktu yang cepat dalam proses inventarisasi agar semuanya dapat berjalan secara efektif. Pasalnya, yang menjadi perhatian adalah kecepatan rantai pasokan produk.

Kepuasan Pelanggan

Cara paling mudah untuk mengukur keberhasilan sebuah produk yang dihasilkan oleh perusahaan manufaktur adalah dengan melihat angka kepuasan pelanggan dari data pembelian. Metrik ini berhubungan dengan pengiriman pesanan, kelengkapan, keakuratan, serta ketepatan waktu produk untuk sampai di tangan pelanggan.

Konsep metrik ini pun tidak terbatas hanya pada industri dengan bisnis model Business to Customer (B2C) tetapi juga pada Business to Business (B2B) serta industri lainnya.

Ketepatan Pemasok

Faktanya, tidak hanya pelanggan yang dapat dijadikan metrik, ketepatan pemasok yang berada di ujung rantai pasokan juga dapat diukur untuk mengetahui keberhasilan perusahaan. Adapun indikator pengukuran kinerja pemasok adalah pesanan dan pembelian yang disampaikan dengan lengkap, akurat, serta tepat waktu.

Nah, itu beberapa penjelasan mengenai Supply Chain Metrics serta contohnya yang dapat diterapkan di perusahaan manufaktur. Untuk mendapatkan pengukuran yang sempurna dari metrik, diperlukan hal-hal kecil terkait keberadaan gudang yang memenuhi standar.

Apabila hal ini belum ada, maka akan sulit untuk mengukur kinerja dari perusahaan manufaktur. Salah satu daerah industri yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang keberhasilan proses produksi adalah Karawang New Industry City (KNIC).

Pasalnya, konsep yang ditawarkan KNIC merupakan sebuah kota industri yang terintegrasi kelas dunia sehingga mampu menghadirkan infrastruktur berkelas untuk mendukung keberhasilan sebuah perusahaan dalam menghasilkan produk-produk terbaik mereka serta menjaga efisiensi anggaran perusahaan.


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi